Selasa, 24 Desember 2013 0 komentar

For U that I dont know

Disisa usiaku, bukan lagi kesempurnaan yang kucari, bukan lagi ketampanan atau derajat tinggi. Aku mengharapkan lelaki bersayap satu yang akan melengkapi sayap patahku. Setia dan ada untukku, bertahan dengan manja dan kekanak-kanakanku, dia yang menikmati senja bersamaku, dia yang menjadi pelindung dan penenangku, dia yang mengimbangi keras hatiku, dia... yang masih entah dimana...
0 komentar

a letter for my daughter

Nak, jalan yang harus kita lalui masihlah panjang, teramat panjang... meski kita tak berjalan beriringan, tak berjalan bergandengan, tapi yakinlah bahwa tujuanku adalah untukmu, bahwa ditiap-tiap tatih langkahku adalah untukmu, untuk mendampingi langkahmu. Apa lagi yang kita punyai jika bukan keyakinan, cita dan cinta yang penuh menyesaki hati? Nak, jika nanti aku terjatuh, yakinkan aku bahwa aku harus terus dan terus bangkit untuk tetap mendampingimu hingga habis usiaku... -Puan Ryanna-
Rabu, 11 Desember 2013 0 komentar

DeLta Part I



Kertas-kertas masih berserakan dimeja kerjaku ketika deru iring-iringan helli dilangit sana seolah membelah keriuhan bumi. Hatiku ikut bergemuruh, Diaz telah berlalu menembus onggokan awan, membawa sesak didada yang belum terpupus karna persoalan semalam.
            Selamat bertugas kembali, hati-hati disana, jaga kesehatan.
Pesanku melalui SMS yang mungkin tidak lagi dihiraukannya, atau mungkin akan dibacanya ketika nanti sampe di pulau kecil tempatnya mengabdikan diri pada seragam biru, sebiru lautan menghampar yang membentangkan jarak antara kami.
            Nada angkuhnya masih membekas diingatanku, semalam dalam perdebatan yang belum berujung, Diaz lebih memilih diam dan memalingkan pandang dari pada harus mencari jalan keluar dari persoalan. Itulah Diaz, Diaz ku yang keras, Diaz ku yang tak pernah mau mendengarkan sedikitpun, apapun yang aku ucapkan. Tapi biarpun begitu kerasnya, dia tetaplah Diaz ku, Diaz yang menjaga, mendamaikan, dan memberikan kehangatan senantiasa bagiku. bersambung...
Senin, 18 November 2013 0 komentar

Dibalik Hati

sayang, mendung itu tak harus jelaskan mengapa dia titikkan hujan...
sayang, disetiap percik tetesan air itu kuingat kilau matamu dan tak harus ku jelaskan tentang rasa saat aku menatapnya
sayang, ribuan detik yang berlalu apakah kau mengerti tentang harapan?
sayang, meskipun nanti hujan tak terhenti...aku ingin tetap menggenggammu erat...meniti menapaki hari-hari, meraih cita dan mimpi yang tertutup kelamnya awan yang menghitam..

0 komentar

Aku dan Dunia Lainku

Aku menapaki jalanan yang tak lagi kukenal. Peluh, kesah, resah dan gundah tak berkesudah. aku tak lagi punya arah, bahkan sekedar penopang lelah pun tiada sudah. Setiap dentam suara adalah pasir yang menyakitkan telinga, setiap kisah hanya cerita semu belaka.

Ini tentang aku dan sisi lain dari diriku yang tak pernah mereka tau. Tentang aku dibalik tawaku, tentang aku dibalik semua pemikiranku, tentang aku dan perjalanan panjangku bersama pahit dan manisnya waktu, tentang kehidupan yang menempaku dan menciptakan aku yang sekarang berdiri tegap dihadapanmu.

Dibawah hamparan langit mana yang belum kutetesi airmata?

#bersambung
 
;